Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Kunci Sustainable Operasional Gudang

🔑 6 Jurus Kunci Operasional untuk Menghadapi Kompleksitas Operasional hari ini tidak lagi sederhana. Volume naik, ekspektasi meningkat, variabel semakin banyak. Dalam kondisi seperti ini, tools dan system penting— tapi tanpa fondasi yang kuat, operasional akan rapuh. Ada 6 kunci fundamental yang harus dijaga dan dibangun secara konsisten:   1️⃣ Safety Tanpa keselamatan, tidak ada keberlanjutan. Fokus utama: mencegah, bukan bereaksi. Safety bukan SOP di dinding, tapi perilaku di lapangan.   Contoh KPI: - Accident Rate / Near Miss Report - Kepatuhan APD (%) - Safety Training Completion - Jumlah hari tanpa kecelakaan   2️⃣ People Sistem hebat tetap dijalankan oleh manusia. Operasional kompleks membutuhkan tim yang kompeten, engaged, dan bertumbuh.   Contoh KPI: - Absenteeism & Turnover Rate - Produktivitas per orang - Jam training per karyawan - Employee engagement / feedback score   3️⃣ Quality Cepat tanpa kualitas hanya mempercepa...

Layout Gudang Adalah Penting Sebagai Penentu Masa Depan Operasional

Layout gudang bukan sekadar susunan rak dan lorong. Layout adalah fondasi utama kinerja operasional. Banyak gudang terlihat sibuk setiap hari — tetapi sibuk belum tentu produktif. Sering kali, akar masalahnya ada pada desain alur dan struktur layout yang kurang tepat. Kunci pertama dalam membentuk layout gudang adalah memahami flow barang . Dari receiving sampai shipping, alur harus jelas, pendek, dan minim perpotongan. Pola seperti U-Flow, I-Flow, L-Flow, atau Cross Dock dipilih berdasarkan volume dan karakter pergerakan barang. Flow yang tepat akan memangkas jarak tempuh dan mempercepat proses. Kunci kedua adalah pembagian zona operasional . Gudang yang efektif selalu memiliki zona receiving, checking, storage, picking, packing, dan outbound. Zonasi membuat aktivitas lebih terkontrol dan menghindari tumpang tindih pekerjaan. Kunci ketiga adalah menyesuaikan layout dengan struktur bangunan . Tinggi gedung, lebar aisle, kekuatan lantai, dan jumlah dock door menentukan jenis sistem p...

Cycle Count, Pemeriksa Kesehatan Akurasi dan Kesehatan Stock Perusahaan

 Cycle count inventory adalah metode penghitungan stok yang dilakukan secara berkala pada sebagian item, bukan seluruh gudang sekaligus. Tujuannya sederhana namun sangat penting: menjaga akurasi data persediaan tanpa harus menghentikan operasional. Berbeda dengan stock opname total yang biasanya dilakukan setahun sekali dan sering mengganggu aktivitas, cycle count dilakukan bertahap. Misalnya per hari, per minggu, atau per area tertentu. Dengan cara ini, tim gudang tetap bisa berjalan normal, sementara kontrol stok tetap terjaga. Dalam praktiknya, item yang dihitung bisa ditentukan berdasarkan beberapa pendekatan. Bisa berdasarkan klasifikasi ABC — di mana barang dengan nilai tinggi dihitung lebih sering. Bisa juga berdasarkan lokasi rak, kategori produk, atau tingkat pergerakan barang. Proses cycle count umumnya terdiri dari empat langkah utama. Pertama, tentukan area atau item yang akan dihitung. Kedua, lakukan penghitungan fisik langsung di lokasi penyimpanan. Ketiga, banding...

Proses Inbound di Gudang Adalah Penting Sebagai Gerbang Pertama Penentu Kualitas dan Akurasi

Proses inbound di gudang adalah rangkaian kegiatan penerimaan barang yang datang dari supplier sampai barang tersebut siap disimpan di lokasi yang tepat. Proses ini penting untuk memastikan stok akurat, kualitas terjaga, dan alur operasional tetap lancar. Tahap pertama dimulai saat kendaraan pengiriman tiba di area gudang. Petugas melakukan penerimaan awal dengan memeriksa dokumen pengiriman seperti surat jalan dan purchase order. Tujuannya untuk memastikan barang yang datang memang terjadwal dan sesuai data. Selanjutnya masuk ke tahap pemeriksaan barang. Pada tahap ini, tim gudang mengecek jumlah, jenis, kondisi fisik, serta kemasan barang. Jika ditemukan kerusakan atau selisih jumlah, langsung dicatat sebagai temuan agar bisa segera ditindaklanjuti. Setelah pemeriksaan selesai, data barang kemudian dicatat ke dalam sistem, baik melalui WMS maupun sistem inventory lainnya. Proses pencatatan ini penting untuk menjaga keakuratan stok dan memudahkan proses pelacakan di kemudian hari. ...