Proses inbound di gudang adalah rangkaian kegiatan penerimaan barang yang datang dari supplier sampai barang tersebut siap disimpan di lokasi yang tepat. Proses ini penting untuk memastikan stok akurat, kualitas terjaga, dan alur operasional tetap lancar.
Tahap pertama dimulai saat kendaraan pengiriman tiba di area gudang. Petugas melakukan penerimaan awal dengan memeriksa dokumen pengiriman seperti surat jalan dan purchase order. Tujuannya untuk memastikan barang yang datang memang terjadwal dan sesuai data.
Selanjutnya masuk ke tahap pemeriksaan barang. Pada tahap ini, tim gudang mengecek jumlah, jenis, kondisi fisik, serta kemasan barang. Jika ditemukan kerusakan atau selisih jumlah, langsung dicatat sebagai temuan agar bisa segera ditindaklanjuti.
Setelah pemeriksaan selesai, data barang kemudian dicatat ke dalam sistem, baik melalui WMS maupun sistem inventory lainnya. Proses pencatatan ini penting untuk menjaga keakuratan stok dan memudahkan proses pelacakan di kemudian hari.
Berikutnya adalah tahap penyortiran. Barang dipisahkan berdasarkan kategori, jenis, atau area penyimpanan. Penyortiran membantu mempercepat proses penempatan dan mengurangi risiko salah lokasi simpan.
Tahap berikutnya adalah penyimpanan barang. Petugas menempatkan barang ke lokasi rak atau bin yang sudah ditentukan sesuai aturan layout gudang, metode FIFO atau FEFO, serta ketentuan handling masing-masing produk.
Terakhir, seluruh hasil penerimaan dibuatkan laporan dan dokumentasi. Data ini menjadi dasar kontrol, evaluasi, dan bukti bahwa proses inbound sudah dilakukan sesuai prosedur.
Dengan proses inbound yang tertib dan konsisten, gudang dapat menjaga akurasi stok, mengurangi kesalahan, dan mendukung kelancaran proses operasional berikutnya.