Cycle count inventory adalah metode penghitungan stok yang dilakukan secara berkala pada sebagian item, bukan seluruh gudang sekaligus. Tujuannya sederhana namun sangat penting: menjaga akurasi data persediaan tanpa harus menghentikan operasional.
Berbeda dengan stock opname total yang biasanya dilakukan setahun sekali dan sering mengganggu aktivitas, cycle count dilakukan bertahap. Misalnya per hari, per minggu, atau per area tertentu. Dengan cara ini, tim gudang tetap bisa berjalan normal, sementara kontrol stok tetap terjaga.
Dalam praktiknya, item yang dihitung bisa ditentukan berdasarkan beberapa pendekatan. Bisa berdasarkan klasifikasi ABC — di mana barang dengan nilai tinggi dihitung lebih sering. Bisa juga berdasarkan lokasi rak, kategori produk, atau tingkat pergerakan barang.
Proses cycle count umumnya terdiri dari empat langkah utama. Pertama, tentukan area atau item yang akan dihitung. Kedua, lakukan penghitungan fisik langsung di lokasi penyimpanan. Ketiga, bandingkan hasil hitung dengan data di sistem, baik WMS maupun ERP. Keempat, analisa jika ada selisih, lalu lakukan perbaikan dan penyesuaian data sesuai prosedur.
Manfaat cycle count sangat besar untuk operasional. Akurasi stok meningkat, selisih bisa terdeteksi lebih cepat, dan potensi masalah seperti salah picking, salah putaway, atau kehilangan barang bisa segera diketahui. Selain itu, tim juga menjadi lebih disiplin dalam menjaga transaksi pergerakan stok.
Cycle count bukan hanya aktivitas hitung barang — tetapi bagian dari budaya kontrol dan perbaikan berkelanjutan di gudang. Semakin konsisten dilakukan, semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap data inventori.
Karena di operasional logistik, keputusan yang baik selalu dimulai dari data stok yang akurat.